Tutorial 17 Jul 2026 13 Kali Dibaca

Cara Install Laravel di Localhost Menggunakan XAMPP dari Awal

Gugun Nurdiansyah
Penulis
Cara Install Laravel di Localhost Menggunakan XAMPP dari Awal

Laravel merupakan salah satu framework PHP paling populer yang digunakan untuk membangun website, sistem informasi, aplikasi bisnis, hingga REST API. Sebelum mulai membuat aplikasi menggunakan Laravel, Anda perlu menyiapkan lingkungan pengembangan (development environment) pada komputer.

Salah satu cara yang paling mudah adalah menggunakan XAMPP, karena sudah menyediakan Apache, PHP, dan MySQL dalam satu paket instalasi.

Pada tutorial ini, Anda akan belajar cara menginstal Laravel di localhost menggunakan XAMPP dari awal hingga aplikasi berhasil dijalankan.

Tutorial ini menggunakan Laravel versi terbaru. Apabila di masa mendatang terdapat versi baru, langkah-langkah instalasinya secara umum tetap sama.

Persiapan Sebelum Install Laravel

Sebelum memulai, pastikan komputer Anda telah memenuhi beberapa kebutuhan berikut.

1. Install XAMPP

XAMPP berfungsi sebagai web server lokal yang menyediakan:

  • Apache

  • PHP

  • MySQL atau MariaDB

  • phpMyAdmin

Pastikan Apache dan MySQL dapat dijalankan tanpa kendala.

2. Install Composer

Laravel menggunakan Composer untuk mengelola dependency atau pustaka yang dibutuhkan aplikasi.

Pastikan Composer sudah terpasang dan dikenali oleh sistem.

Untuk memastikan Composer berhasil diinstal, buka Command Prompt lalu jalankan:

composer --version

Jika muncul versi Composer, berarti instalasi berhasil.

3. Pastikan Versi PHP Sesuai

Laravel terbaru membutuhkan versi PHP yang sesuai dengan persyaratan resmi.

Cek versi PHP menggunakan perintah:

php -v

Jika versi PHP terlalu lama, lakukan pembaruan XAMPP atau gunakan PHP versi terbaru.

Membuat Project Laravel Baru

Masuk ke folder tempat Anda menyimpan project.

Sebagai contoh:

C:\xampp\htdocs

Kemudian jalankan perintah berikut:

composer create-project laravel/laravel nama-project

Contoh:

composer create-project laravel/laravel toko-online

Composer akan mengunduh seluruh file Laravel beserta dependency yang dibutuhkan.

Proses ini membutuhkan koneksi internet karena Composer akan mengambil paket dari repository resmi.

Masuk ke Folder Project

Setelah proses selesai, masuk ke folder project menggunakan perintah:

cd toko-online

Sesuaikan nama folder dengan project yang Anda buat.

Menjalankan Laravel

Laravel menyediakan web server bawaan yang sangat praktis untuk proses pengembangan.

Jalankan perintah berikut:

php artisan serve

Apabila berhasil, terminal akan menampilkan alamat seperti berikut:

http://127.0.0.1:8000

Buka alamat tersebut melalui browser.

Jika instalasi berhasil, akan muncul halaman selamat datang Laravel.

Menggunakan Virtual Host XAMPP (Opsional)

Selain menggunakan php artisan serve, Anda juga dapat menjalankan Laravel menggunakan Apache melalui Virtual Host.

Contohnya:

http://toko-online.test

Metode ini lebih nyaman ketika mengembangkan banyak project sekaligus karena alamat website menjadi lebih mudah diingat.

Mengatur File .env

Laravel menggunakan file .env untuk menyimpan konfigurasi aplikasi.

Beberapa konfigurasi penting antara lain:

APP_NAME=Laravel
APP_ENV=local
APP_DEBUG=true
APP_URL=http://127.0.0.1:8000

Untuk koneksi database:

DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=laravel_db
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=

Sesuaikan nama database dengan yang Anda gunakan.

Membuat Database

Buka phpMyAdmin melalui browser.

http://localhost/phpmyadmin

Kemudian buat database baru.

Contoh:

laravel_db

Tidak perlu membuat tabel secara manual karena Laravel akan membuatnya menggunakan Migration.

Menjalankan Migration

Setelah database selesai dibuat, jalankan:

php artisan migrate

Jika berhasil, Laravel akan membuat beberapa tabel bawaan seperti:

  • users

  • password_reset_tokens

  • sessions

  • cache

  • jobs

Migration mempermudah pengelolaan struktur database sehingga perubahan dapat dilakukan secara terstruktur.

Mengecek Instalasi Laravel

Untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik, coba buka:

http://127.0.0.1:8000

Apabila halaman Laravel muncul tanpa error, berarti instalasi berhasil.

Struktur Folder Laravel

Setelah instalasi selesai, Anda akan melihat beberapa folder utama.

app

Berisi logika utama aplikasi.

routes

Tempat mendefinisikan URL aplikasi.

resources

Berisi tampilan Blade, CSS, dan JavaScript.

public

Folder yang diakses langsung oleh browser.

storage

Menyimpan file upload, cache, log, dan data sementara.

database

Berisi migration, seeder, dan factory.

config

Berisi konfigurasi aplikasi.

Memahami struktur folder sejak awal akan mempermudah proses belajar Laravel.

Perintah Artisan yang Sering Digunakan

Laravel menyediakan Artisan sebagai command line tool.

Beberapa perintah yang sering digunakan antara lain:

Menjalankan server:

php artisan serve

Migration:

php artisan migrate

Rollback Migration:

php artisan migrate:rollback

Membuat Controller:

php artisan make:controller ProductController

Membuat Model:

php artisan make:model Product

Membuat Migration:

php artisan make:migration create_products_table

Membersihkan Cache:

php artisan optimize:clear

Kendala yang Sering Terjadi

Saat menginstal Laravel, beberapa masalah berikut cukup sering ditemui.

Composer Tidak Dikenali

Penyebabnya biasanya karena Composer belum masuk ke PATH sistem.

Solusinya adalah menginstal ulang Composer atau menambahkan PATH secara manual.

PHP Version Tidak Sesuai

Laravel terbaru membutuhkan versi PHP tertentu.

Pastikan menggunakan versi PHP yang didukung.

Extension PHP Belum Aktif

Beberapa extension yang biasanya diperlukan antara lain:

  • mbstring

  • fileinfo

  • openssl

  • pdo_mysql

  • tokenizer

  • xml

  • ctype

  • json

Aktifkan extension tersebut melalui file php.ini, kemudian restart Apache.

Database Tidak Bisa Terhubung

Periksa kembali konfigurasi database pada file .env.

Pastikan:

  • Nama database benar.

  • Username sesuai.

  • Password sesuai.

  • MySQL sedang berjalan.

Tips Belajar Laravel untuk Pemula

Agar proses belajar lebih mudah, lakukan secara bertahap.

Urutan yang disarankan:

  1. Routing

  2. Blade Template

  3. Controller

  4. Model

  5. Migration

  6. CRUD

  7. Authentication

  8. Middleware

  9. Relationship Database

  10. REST API

Dengan memahami dasar-dasar tersebut, Anda akan lebih mudah membangun aplikasi yang lebih kompleks.

Mengapa Banyak Developer Memilih Laravel?

Laravel menawarkan banyak keunggulan, seperti:

  • Struktur kode yang rapi.

  • Dokumentasi lengkap.

  • Komunitas yang besar.

  • Keamanan yang baik.

  • Mudah dikembangkan.

  • Mendukung REST API.

  • Mendukung Queue.

  • Mendukung Scheduler.

  • Mendukung Cache.

  • Mudah diintegrasikan dengan Vue.js maupun React.

Karena alasan tersebut, Laravel menjadi salah satu framework PHP yang banyak digunakan oleh software house dan perusahaan teknologi.

Kesimpulan

Menginstal Laravel di localhost menggunakan XAMPP merupakan langkah awal yang penting sebelum mulai mengembangkan website atau aplikasi berbasis Laravel. Dengan menyiapkan XAMPP, Composer, database, serta memahami struktur project, Anda sudah memiliki lingkungan pengembangan yang siap digunakan.

Setelah berhasil melakukan instalasi, Anda dapat melanjutkan pembelajaran ke tahap berikutnya, seperti membuat CRUD, autentikasi pengguna, REST API, hingga proses deployment ke hosting atau VPS.

Jika Anda membutuhkan bantuan dalam pengembangan aplikasi Laravel, konsultasi sistem informasi, atau pembuatan website profesional, Ovla Media siap membantu menghadirkan solusi yang modern, aman, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

#laravel #install laravel #cara install laravel #tutorial laravel #laravel xampp #composer laravel #php laravel #belajar laravel #framework php #localhost laravel #xampp #web development #laravel untuk pemula #tutorial web development #ovla media
Beranda Produk Artikel
Konsultasi
OVLA

Navigasi Utama

Hubungi Kami

Mulai Konsultasi Sekarang