Digital Marketing 23 Jul 2026 11 Kali Dibaca

Search Everywhere Optimization: SEO untuk Google, TikTok, Marketplace, dan AI

Gugun Nurdiansyah
Penulis
Search Everywhere Optimization: SEO untuk Google, TikTok, Marketplace, dan AI

Apa Itu Search Everywhere Optimization?

Search Everywhere Optimization adalah pendekatan pemasaran digital untuk mengoptimalkan keberadaan bisnis pada berbagai platform pencarian.

Istilah ini muncul karena kebiasaan pengguna dalam mencari informasi mulai berubah. Seseorang tidak selalu memulai pencarian melalui Google. Pengguna juga dapat mencari melalui TikTok, marketplace, media sosial, Google Maps, YouTube, atau platform Artificial Intelligence.

Sebagai contoh, calon pelanggan dapat menggunakan:

  1. Google untuk mencari jasa pembuatan website.

  2. TikTok untuk melihat rekomendasi aplikasi kasir.

  3. Marketplace untuk membandingkan produk dan harga.

  4. Google Maps untuk mencari penyedia jasa di lokasi terdekat.

  5. ChatGPT atau mesin AI lainnya untuk meminta rekomendasi solusi bisnis.

  6. YouTube untuk melihat panduan dan ulasan.

  7. Instagram untuk memeriksa portofolio sebuah merek.

Search Everywhere Optimization berusaha memastikan informasi bisnis tetap mudah ditemukan pada berbagai jalur pencarian tersebut.

Strategi ini bukan pengganti SEO tradisional. Search Everywhere Optimization memperluas penerapan SEO agar bisnis tidak hanya bergantung pada satu mesin pencari.

Mengapa SEO Tidak Lagi Hanya Tentang Google?

Google masih menjadi salah satu saluran pencarian yang penting. Namun, pengguna kini memilih platform berdasarkan jenis informasi yang mereka butuhkan.

Untuk mendapatkan penjelasan lengkap, pengguna dapat membuka Google. Untuk melihat contoh visual dan pengalaman singkat, mereka dapat menggunakan TikTok. Ketika siap membeli produk, pengguna dapat langsung melakukan pencarian di marketplace.

TikTok sendiri menyediakan Creator Search Insights untuk membantu kreator menemukan topik yang banyak dicari dan melihat peluang konten yang belum banyak tersedia. Hal ini menunjukkan bahwa pencarian menjadi bagian penting dalam proses penemuan konten di TikTok. (TikTok Newsroom)

Pada marketplace, pencarian juga menjadi jalur utama yang mempertemukan pembeli dengan produk. Shopee menjelaskan bahwa nama, deskripsi, kategori, atribut, harga, media produk, reputasi toko, serta metode pengiriman dapat memengaruhi peluang produk ditemukan oleh pembeli. (Shopee Seller)

Sementara itu, mesin pencarian berbasis AI dapat memberikan jawaban langsung sekaligus menyertakan tautan menuju sumber yang dianggap relevan. ChatGPT Search, misalnya, menyediakan jawaban berbasis informasi web dengan tautan ke sumber untuk membantu pengguna mendapatkan penjelasan lanjutan. (OpenAI)

Perubahan ini membuat bisnis perlu membangun kehadiran yang konsisten di berbagai platform.

Perbedaan SEO Tradisional dan Search Everywhere Optimization

SEO tradisional biasanya berfokus pada peningkatan posisi website di mesin pencari.

Aktivitasnya dapat meliputi:

  1. Riset kata kunci.

  2. Optimasi judul dan konten.

  3. Technical SEO.

  4. Internal link.

  5. Backlink.

  6. Kecepatan website.

  7. Optimasi halaman produk.

  8. Penggunaan data terstruktur.

Search Everywhere Optimization menggunakan dasar yang sama, tetapi diterapkan pada lebih banyak platform.

Konten tidak hanya dibuat untuk memperoleh peringkat di Google. Konten juga disesuaikan agar mudah ditemukan melalui TikTok, marketplace, media sosial, pencarian lokal, dan layanan AI.

Perbedaan utamanya terletak pada format dan tujuan pencarian.

Artikel panjang dapat bekerja dengan baik di Google. Video singkat lebih sesuai untuk TikTok. Halaman produk dengan atribut lengkap lebih relevan untuk marketplace. Sementara itu, sistem AI lebih mudah menggunakan informasi yang jelas, dapat diakses, dan memiliki sumber yang dapat dipercaya.

Cara Menerapkan Search Everywhere Optimization

1. Pahami Tempat Audiens Melakukan Pencarian

Langkah pertama adalah mengetahui platform yang digunakan calon pelanggan.

Tidak semua bisnis membutuhkan seluruh platform.

Sebagai contoh:

  1. Bisnis lokal membutuhkan Google Search dan Google Maps.

  2. Toko online membutuhkan marketplace dan media sosial.

  3. Perusahaan teknologi membutuhkan website, Google, LinkedIn, dan mesin AI.

  4. Bisnis kuliner dapat memanfaatkan Google Maps, TikTok, Instagram, dan aplikasi pesan antar.

  5. Penyedia jasa dapat menggunakan website, Google Business Profile, media sosial, dan direktori bisnis.

Pilih platform berdasarkan perilaku target pasar, bukan hanya berdasarkan popularitas.

2. Gunakan Kata Kunci yang Sesuai dengan Setiap Platform

Kata kunci yang digunakan di Google belum tentu sama dengan kata kunci di TikTok atau marketplace.

Di Google, pengguna dapat mencari:

“Jasa pembuatan aplikasi inventory untuk perusahaan.”

Di TikTok, pencariannya mungkin lebih singkat:

“Aplikasi stok barang.”

Di marketplace, pengguna dapat menggunakan kata:

“Aplikasi kasir murah” atau “software POS UMKM.”

Lakukan riset langsung melalui kolom pencarian setiap platform. Perhatikan saran kata kunci yang muncul karena saran tersebut dapat menunjukkan bahasa yang digunakan pengguna.

Shopee juga merekomendasikan penggunaan saran pada kolom pencarian untuk menemukan kata kunci yang relevan dengan produk. (Shopee Seller)

3. Optimalkan Website untuk Google

Website tetap menjadi pusat informasi yang dapat dikendalikan oleh bisnis.

Pastikan website memiliki:

  1. Struktur halaman yang jelas.

  2. Judul dan deskripsi yang relevan.

  3. Konten yang menjawab pertanyaan pengguna.

  4. Internal link.

  5. Sitemap.xml.

  6. Robots.txt yang benar.

  7. Kecepatan halaman yang baik.

  8. Tampilan mobile yang nyaman.

  9. Informasi kontak.

  10. Profil perusahaan yang jelas.

Google menjelaskan bahwa praktik dasar SEO tetap berlaku untuk AI Overviews dan AI Mode. Website harus dapat dirayapi, memiliki konten yang mudah ditemukan, memberikan pengalaman halaman yang baik, serta menyediakan informasi penting dalam bentuk teks. (Google for Developers)

Hindari membuat banyak artikel dengan isi yang hampir sama hanya untuk menargetkan variasi kata kunci. Konten sebaiknya memberikan pengalaman, data, contoh, atau sudut pandang yang tidak sekadar mengulang informasi umum. (Google for Developers)

4. Optimalkan Konten untuk TikTok Search

Konten TikTok sebaiknya memiliki satu topik utama yang jelas.

Kata kunci dapat ditempatkan secara alami pada:

  1. Kalimat pembuka video.

  2. Teks yang tampil di layar.

  3. Caption.

  4. Judul atau cover video.

  5. Hashtag yang relevan.

  6. Penjelasan dalam audio.

Sebagai contoh, video mengenai aplikasi kasir dapat dimulai dengan kalimat:

“Berikut tiga manfaat aplikasi kasir untuk usaha retail.”

Kalimat tersebut lebih mudah dipahami dibandingkan pembukaan yang tidak langsung menjelaskan topik.

Gunakan Creator Search Insights apabila tersedia untuk melihat topik yang sering dicari dan menemukan content gap. TikTok menyebut fitur tersebut dapat membantu kreator menyesuaikan strategi konten dengan minat pencarian audiens. (TikTok Newsroom)

Jangan hanya mengejar jumlah tayangan. Pastikan video menjawab kebutuhan pengguna dan mengarahkan mereka menuju website, katalog, atau halaman layanan.

5. Optimalkan Produk di Marketplace

SEO marketplace berfokus pada relevansi informasi produk dan kepercayaan pembeli.

Beberapa bagian yang perlu dioptimalkan adalah:

  1. Nama produk.

  2. Kategori.

  3. Atribut dan spesifikasi.

  4. Deskripsi.

  5. Foto.

  6. Video.

  7. Harga.

  8. Stok.

  9. Reputasi toko.

  10. Ulasan pelanggan.

  11. Pilihan pembayaran.

  12. Jasa pengiriman.

Nama produk sebaiknya menggambarkan produk secara jelas tanpa mengulang kata secara berlebihan.

Contoh yang kurang baik:

“Kaos Pria Murah Kaos Cowok Keren Kaos Pria Terbaru Kaos Murah.”

Contoh yang lebih baik:

“Kaos Polo Pria Katun Lengan Pendek Warna Hitam.”

Shopee menjelaskan bahwa mesin pencari mencocokkan kata kunci dengan nama, kategori, atribut, dan informasi produk lainnya. Atribut yang lengkap dan akurat dapat membantu produk ditemukan pada pencarian yang relevan. (Shopee Seller)

Foto dan video juga harus menunjukkan produk secara jelas. Optimasi tidak akan menghasilkan penjualan apabila calon pembeli tidak memperoleh informasi yang cukup untuk mengambil keputusan.

6. Siapkan Website agar Mudah Ditemukan Mesin AI

Platform AI dapat membantu pengguna mencari informasi dan membandingkan beberapa pilihan.

Agar website lebih mudah ditemukan dan dijadikan sumber, pastikan konten:

  1. Dapat diakses secara publik.

  2. Tidak diblokir secara tidak sengaja.

  3. Memiliki judul yang jelas.

  4. Menjawab pertanyaan secara langsung.

  5. Menampilkan identitas penulis atau perusahaan.

  6. Memiliki tanggal publikasi dan pembaruan.

  7. Menggunakan informasi yang akurat.

  8. Menyertakan contoh dan data pendukung.

  9. Memiliki struktur heading yang rapi.

  10. Menampilkan halaman layanan dan kontak.

Untuk visibilitas di ChatGPT Search, OpenAI menjelaskan bahwa website publik dapat muncul dalam hasil pencarian. Pemilik website perlu memastikan OAI-SearchBot tidak diblokir apabila ingin kontennya dapat ditemukan, diringkas, dikutip, dan ditautkan. (OpenAI Help Center)

Mengizinkan bot pencarian berbeda dengan mengizinkan penggunaan konten untuk pelatihan model. OpenAI menyediakan kontrol terpisah melalui OAI-SearchBot untuk pencarian dan GPTBot untuk kemungkinan penggunaan dalam pelatihan. (OpenAI Help Center)

7. Gunakan Identitas Merek yang Konsisten

Nama bisnis, deskripsi, alamat, nomor telepon, logo, dan informasi layanan harus konsisten pada seluruh platform.

Konsistensi membantu pengguna mengenali bisnis dan mengurangi kebingungan.

Gunakan identitas yang sama pada:

  1. Website.

  2. Google Business Profile.

  3. TikTok.

  4. Instagram.

  5. Marketplace.

  6. LinkedIn.

  7. YouTube.

  8. Direktori bisnis.

Untuk Ovla Media, gunakan nama merek yang sama pada judul profil, deskripsi perusahaan, portofolio, serta informasi layanan.

8. Hubungkan Setiap Platform

Setiap saluran sebaiknya saling mendukung.

Artikel website dapat diubah menjadi video TikTok. Video dapat mengarahkan pengguna menuju artikel. Konten media sosial dapat mengarahkan calon pelanggan menuju halaman produk atau layanan.

Contoh alur sederhana:

  1. Publikasikan artikel di website.

  2. Buat video singkat berdasarkan isi artikel.

  3. Bagikan infografis di Instagram.

  4. Tambahkan tautan menuju halaman layanan.

  5. Masukkan produk yang relevan ke marketplace.

  6. Gunakan internal link menuju artikel lain.

  7. Perbarui Google Business Profile.

  8. Pantau hasil pada setiap platform.

Satu topik dapat dikembangkan menjadi beberapa format tanpa menyalin seluruh konten secara mentah.

Jenis Konten yang Cocok untuk Berbagai Platform

Google

Konten yang cocok meliputi:

  1. Artikel panduan.

  2. Tutorial.

  3. Perbandingan.

  4. Studi kasus.

  5. Halaman produk.

  6. Halaman layanan.

  7. Pertanyaan yang sering diajukan.

TikTok dan Video Pendek

Konten yang cocok meliputi:

  1. Tips singkat.

  2. Demonstrasi.

  3. Kesalahan umum.

  4. Sebelum dan sesudah.

  5. Jawaban terhadap pertanyaan.

  6. Penjelasan satu fitur.

  7. Cuplikan studi kasus.

Marketplace

Konten yang perlu diperhatikan meliputi:

  1. Judul produk.

  2. Foto.

  3. Video produk.

  4. Deskripsi.

  5. Atribut.

  6. Variasi.

  7. Ulasan.

  8. Informasi pengiriman.

Mesin AI

Konten yang berpotensi membantu mesin AI meliputi:

  1. Definisi yang jelas.

  2. Jawaban langsung.

  3. Penjelasan terstruktur.

  4. Data orisinal.

  5. Studi kasus.

  6. Informasi perusahaan.

  7. Dokumentasi.

  8. Halaman bantuan.

Kesalahan dalam Search Everywhere Optimization

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah:

  1. Menggunakan konten yang sama persis pada semua platform.

  2. Memasukkan kata kunci secara berlebihan.

  3. Membuat judul yang tidak sesuai isi.

  4. Mengabaikan kualitas foto dan video.

  5. Membeli ulasan atau interaksi palsu.

  6. Membuat artikel AI tanpa pemeriksaan.

  7. Tidak memperbarui informasi.

  8. Mengabaikan komentar dan pertanyaan pengguna.

  9. Tidak mengukur hasil.

  10. Bergantung pada satu platform.

Setiap platform memiliki perilaku pengguna dan bentuk konten yang berbeda. Pesan utamanya dapat sama, tetapi penyajiannya perlu disesuaikan.

Cara Mengukur Keberhasilan

Gunakan indikator yang sesuai dengan tujuan setiap saluran.

Untuk website, ukur:

  1. Tayangan pencarian.

  2. Klik organik.

  3. Posisi kata kunci.

  4. Waktu kunjungan.

  5. Jumlah permintaan penawaran.

  6. Konversi.

Untuk TikTok, ukur:

  1. Tayangan dari pencarian.

  2. Retensi video.

  3. Kunjungan profil.

  4. Simpan dan bagikan.

  5. Klik tautan.

  6. Pertanyaan dari calon pelanggan.

Untuk marketplace, ukur:

  1. Tayangan produk.

  2. Klik produk.

  3. Rasio konversi.

  4. Penjualan.

  5. Ulasan.

  6. Produk yang dimasukkan ke keranjang.

Untuk pencarian AI, bisnis dapat memantau referral dari platform AI, penyebutan merek, serta halaman yang menerima kunjungan. OpenAI menyertakan parameter rujukan pada tautan dari ChatGPT Search sehingga trafik tersebut dapat dianalisis melalui alat analitik website. (OpenAI Help Center)

Search Everywhere Optimization Bersama Ovla Media

Search Everywhere Optimization membutuhkan kombinasi antara website, konten, branding, SEO teknis, media sosial, dan analisis data.

Ovla Media dapat membantu bisnis membangun kehadiran digital yang lebih terintegrasi melalui layanan:

  1. Pembuatan website profesional.

  2. Pengembangan aplikasi bisnis.

  3. Optimasi teknis SEO.

  4. Pembuatan struktur konten.

  5. Integrasi marketplace.

  6. Pengembangan katalog produk.

  7. Integrasi Artificial Intelligence.

  8. Dashboard monitoring.

  9. Pengembangan sistem custom.

  10. Strategi digital untuk bisnis.

Dengan pendekatan lintas platform, bisnis tidak hanya menunggu pengguna menemukan website melalui Google, tetapi juga membangun peluang ditemukan melalui berbagai saluran pencarian lainnya.

Kesimpulan

Search Everywhere Optimization adalah strategi untuk meningkatkan visibilitas bisnis di berbagai tempat pengguna melakukan pencarian.

Optimasi dapat dilakukan pada Google, TikTok, marketplace, media sosial, pencarian lokal, dan platform Artificial Intelligence.

Strategi ini dapat dimulai dengan:

  1. Memahami perilaku audiens.

  2. Memilih platform yang relevan.

  3. Menggunakan kata kunci yang sesuai.

  4. Membuat konten dalam berbagai format.

  5. Mengoptimalkan halaman produk.

  6. Menjaga informasi bisnis tetap konsisten.

  7. Menghubungkan setiap platform.

  8. Mengukur hasil secara berkala.

SEO tidak lagi hanya membahas posisi website di Google. Bisnis perlu memastikan informasi, produk, dan layanannya dapat ditemukan di setiap platform yang digunakan calon pelanggan.

Ovla Media dapat membantu perusahaan mengembangkan website, aplikasi, konten, serta sistem digital yang mendukung strategi Search Everywhere Optimization secara terintegrasi.

#Search Everywhere Optimization #SEO #SEO Google #TikTok SEO #SEO Marketplace #AI Search #Search Engine Optimization #Google Search #TikTok Search #Marketplace Optimization #Shopee SEO #Tokopedia SEO #ChatGPT Search #Google AI Overviews #Generative Engine Optimization #GEO #Answer Engine Optimization #AEO #Digital Marketing #Strategi Konten #Optimasi Website #SEO untuk Bisnis #Artificial Intelligence #Ovla Media #Jasa SEO Website #Jasa Pembuatan Website
Beranda Produk Artikel
Konsultasi
OVLA

Navigasi Utama

Hubungi Kami

Mulai Konsultasi Sekarang